Monday, March 28, 2016

HAVE I FAILED?



"Apakah gue gagal?"

Bulan April 2016, gue akan menginjak usia 30 dan pertanyaan inilah yang belakangan setiap saat selalu ada di pikiran gue. Bercampur dengan rasa bingung, rasa kecewa, rasa marah, dan bahkan rasa iri. Setelah melalui masa-masa terburuk di tahun 2012, gue tidak pernah ingin menyerah. Gue segera menata kembali kehidupan gue. Membangun Neurotic, menemukan Tara sebagai partner hidup, menjalani kuliah S2 supaya bisa menambah bukti kepada khalayak ramai kalau tidak semua anak band dan musisi itu satu suara ber-statement "sekolah mengganggu musik" dan juga ingin membuktikan kalau anak-anak band yang putus sekolah itu mostly memang tidak niat atau malas dalam menjalani studinya. Seluruhnya gue jalani dengan fun dan dengan penuh harapan akan gambaran di usia 30, "gue akan menjadi salah satu rockstar tersukses di Indonesia bersama Neurotic, yang mempunyai keluarga bahagia, yang selalu menciptakan musik yang bagus dan disukai banyak orang, dan mengantongi gelar S2".


Memasuki tahun 2013, proses-proses di atas semakin menyenangkan. Gue bersama Raden Maulana menjadi rekan dalam mengerjakan Neurotic. Porsinya adalah gue, satu orang, tetapi bertindak sebagai band, sehingga diharapkan proses "debat kusir" yang sering terjadi di dalam band tidak akan terjadi, dan Maul, sebagai manajemen, bertanggung jawab supaya Neurotic bisa menafkahi seluruh timnya. Kita berdua menemukan executive producer yang akan mendanai pembuatan album perdana Neurotic yang diberi judul "WEIRD", dan Widi Puradiredja dan Hendra Jaya Putera kita hire untuk mengerjakan album ini. Selama 6 bulan, dari nol tidak ada materi sama sekali, akhirnya "WEIRD" berhasil selesai dengan hasil 8 lagu yang menurut gue personally adalah titik puncak perjalanan musikal gue sampai detik postingan blog ini ditulis, yang di-mastering di Abbey Road oleh Geoff Pesche yang sudah pernah menangani mastering  untuk Gorillaz, Blur, Basement Jaxx, Coldplay, M People, Kylie Minogue, New Order, dan masih banyak lagi. Proses pengerjaan album "WEIRD" tersebut juga sangat menyenangkan buat gue karena di waktu yang sama pun gue mempersiapkan pernikahan dengan Tara di bulan Oktober 2013 dan juga masih berjuang menyelesaikan kuliah S2 Magister Kenotariatan di Fakultas Hukum Universitas Indonesia yang akhirnya berhasil gue selesaikan tepat waktu pada tahun 2014. 


Bisa terbayang, "harapan" atau mungkin kalian akan lebih prefer kata "ekspektasi" gue yang semakin tinggi akan gambaran usia 30, "menjadi salah satu rockstar tersukses di Indonesia bersama Neurotic, yang mempunyai keluarga bahagia, yang selalu menciptakan musik yang bagus dan disukai banyak orang, dan mengantongi gelar S2".


Namun, satu per satu mimpi buruk mulai terjadi untuk Neurotic. Setelah pada awalnya di tahun 2013 Neurotic menjadi "buah bibir" di lingkungan musik dengan single pertama (yang dirilis gratis) "Surga Durjana", bahkan di tahun 2013 sebelum merilis album Neurotic sudah bisa mendapatkan endorsement dari produk VANS yang pada saat itu baru resmi buka di Indonesia, karena situasi dan kondisi Indonesia yang sudah panas menjelang Pemilihan Umum di tahun 2014, bisa dibilang situasinya cukup aneh untuk Neurotic. Pada saat itu nama kita terdengar di mana-mana, tetapi jadwal manggung bisa dihitung dengan jari. Tidak banyak hal yang bisa Neurotic perbuat dalam mengatasi hal ini selain semakin serius menggarap jaringan media sosial kita, walaupun pertanyaan "Kapan ngebandnya nih?" selalu muncul di benak gue dan para musisi di Neurotic. Mimpi buruk yang lain pun terjadi. Pada awalnya Neurotic memang memfokuskan airplay radionya hanya di salah satu radio anak-anak muda Jakarta di bilangan Sarinah, pada awalnya plan ini berjalan dengan baik pada saat dirilisnya "Surga Durjana", bahkan kita sempat diundang untuk promosi di jam utama sore hari. Nah, pada saat itu juga gue dan teman-teman dari Neurotic mendengar kabar kalau akan ada perubahan radikal dari radio tersebut dalam waktu dekat di mana radio tersebut hanya akan memainkan hits dan tidak akan memainkan lagu-lagu rilisan baru. Ternyata pola yang terjadi di radio ini pada saat itu pun marak di hampir seluruh radio Jakarta yang kita harapkan akan memasang lagu Neurotic. Alhasil single kedua Neurotic yang berjudul "Aku Melangkah" bisa dibilang hampir tidak pernah terdengar di seluruh radio yang kita bayangkan akan memasang lagu tersebut. Dan suka tidak suka, hal ini juga berkorelasi dengan jadwal manggung yang bisa dibilang tidak ada karena di tahun 2014 sedang PEMILU. Pada saat itu pun putri gue dan Tara, Summer Snow Jones lahir. Akhirnya setelah PEMILU 2014, album "WEIRD" dirilis dengan acara launching party di Foundry 8 SCBD. Setelah album dirilis jadwal manggung sedikit membaik, dari sekitar bulan September sampai malam pergantian tahun 2014 ke tahun 2015 jadwal manggung cukup ramai. Pada saat ini jujur gue dan seluruh tim di Neurotic cukup lega dan berpikir "Oh, mungkin kemarin-kemarin sepi manggung karena pas Pemilu 2014 dan albumnya juga belum dirilis". Malam tahun baru 2015 pun kita berpesta sampai pagi di H Gourmet merayakan yang kita lalui di tahun 2014 dan menyambut tahun 2015 dengan penuh harapan.


Mimpi buruk yang terbesar pun terjadi. Memasuki tahun 2015, dari bulan Januari sampai Maret, Neurotic betul-betul tidak manggung. Keadaaan internal pun memburuk, karena janji Maul kepada tim untuk bisa menjadikan Neurotic sebagai monthly income pun menjadi janji palsu. Akhirnya seluruh musisi di Neurotic keluar, hanya menyisakan Adityar Andra seorang. Gue pun sudah mulai memprediksi kalau album "Weird" berpotensi commercially failed, walaupun album ini terpilih sebagai salah satu "Album Terbaik di Tahun 2014" versi majalah Rolling Stone Indonesia. Namun masih ada angin segar karena di tengah tahun 2015 Neurotic terpilih menjadi nominasi Breaktrough Artist Of The Year versi NET TV, walaupun akhirnya penghargaan tersebut dimenangkan oleh Kunto Aji. Setelah acara awarding tersebut pun ada beberapa event luar Jakarta yang disponsori oleh salah satu brand rokok yang mengundang Neurotic untuk ikut dalam rangkaian turnya. Namun setelah tur tersebut berakhir, sampai detik postingan blog ini ditulis belum ada lagi event yang mengundang Neurotic. Rasa gagal, rasa bingung, rasa kecewa, rasa marah, dan bahkan rasa iri pun menghantui gue karena semenjak tahun 2015 sampai sekarang tahun 2016 sebetulnya event musik sangat ramai, namun malah Neurotic yang gue bangun dengan penuh "harapan" atau (sekali lagi) kalian lebih senang menyebutnya dengan kata "ekpektasi", semakin tenggelam dan tidak kalian lihat di satu pun pamflet-pamflet dan billboard-billboard acara musik bergengsi yang ada di Indonesia.

Banyak pertanyaan yang timbul di pikiran gue, 

"Apa salah gue?" 
"Apa salahnya Neurotic?"
"Kenapa album "Weird" gagal?'
"Sejelek itukah Neurotic di mata kalian?"

bahkan,

"Apakah saatnya gue berhenti main musik?"

dan lain sebagainya.

Dan pertanyaan-pertanyaan yang muncul di pikiran ini harus diperparah dengan komentar-komentar brengsek dari beberapa teman yang tidak tahu situasi dan kondisi, tetapi sok ikut-ikutan sumbang solusi walaupun tidak diminta, seperti,

"Udahlah lo main bas aja lagi..."
"Udahlah lo kerja di bidang hukum aja..."
"Gimana kalo lo nyanyi tapi sambil main bas, kan lo main basnya bagus."
"Gimana kalau kita bikin petisi di change.org supaya lo main bas lagi?"
"Balik ajalah ke band lama lo..."

Dan masih banyak komentar-komentar tolol serupa yang dilontarkan oleh pihak-pihak yang merasa mereka adalah yang paling mengetahui dan mengerti isi pikiran gue.

Jujur, setelah banyak berdiskusi dengan keluarga dan beberapa teman dekat, tidak ada yang bisa memberikan solusi atas masalah gue, mereka semua hanya bisa menyemangati dan menemani gue. Belakangan pun gue mencoba untuk fokus saja dulu dengan hal-hal yang bisa gue kerjakan di depan mata dan bisa menafkahi Tara dan Snow. Untungnya dari bulan ke bulan masih ada saja pekerjaan yang datang ke gue. Walaupun postingan blog ini pun gue tulis setelah tadi malam gue baru saja menerima kabar kalau kontrak untuk pekerjaan yang menjadi pegangan gue untuk beberapa bulan ke depan tidak diperpanjang, hahahaha.


Secarik kertas di atas adalah hal yang gue temukan di meja sebelah tempat tidur gue pada saat bangun tidur hari ini. Ternyata Tara menuliskan pesan ini sebelum dia pergi. So, pesan ini untuk akan menjadi acuan gue dalam menjalani hari demi hari ke depan. Walaupun tidak mudah, namun gue tidak akan menyerah dan terus berusaha. Seperti quotes "bijaksana" yang gue temukan di internet,

"I AM NOT FAILED. MY SUCCESS IS JUST POSTPONED."


20 comments:

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  2. dear Mono,
    Having you as my neighbour is the universe's will. Reading this blog is also the universe's will.

    No. I don't have any solutions to you problem.
    But from a musician to musician, don't give up. It's just another road to follow. You are still one of the most talented musician I've ever met. Your ideas are brilliant as if you're from another planet. There's nothing wrong with your music and there's nothing wrong with you also.

    Just keep doing it, until you make it,


    and when you do....




    you'll be buying me a cup of coffe ....

    in Melbourne.


    now get back to work, you weirdo.

    ReplyDelete
  3. Semangat Mono! Aku janji akan bantu nafkahin Tara & Snow, aminnnnnn ���� Ingat, gendut itu konsep ✨����✨

    ReplyDelete
  4. Jgn memulai sesuatu dr amarah atau ekspektasi mon. Since lo udah jadi bapak, everything you do is for the betterment of your baby Snow and fam. If you are focused on that, selebihnya tinggal how are you going to get there. Gw bikin jingle bertaon2 ga akan tahan dan survive kalo ga kerja mikirin nanti anak gw bisa sekolah di Harvard. Karena itu gw bisa ngadepin client2. Find your cause, bro. Kalo cause lo itu pengen jadi rockstar then go the whole way, but remember even rockstar has to live like a rockstar to be rockstar. By saying that, ada hal2 yg mst di sacrifice
    Tapi kalo lo milih hidup sebagai suami dan bapak yg terbaik dr Tara dan Snow, tujuan itu pasti lo capai mon.
    Life is a bitch, but it will be wonderful at least if you have your family to spend it with. Put your fam first as a goal, the rest will follow.
    Msh untung lo ada bekal S2, bnyk musisi laen stuck and music is their only hope
    Btw, lo baru umur 30.
    Enjoy the show,
    Larry

    ReplyDelete
  5. Jgn memulai sesuatu dr amarah atau ekspektasi mon. Since lo udah jadi bapak, everything you do is for the betterment of your baby Snow and fam. If you are focused on that, selebihnya tinggal how are you going to get there. Gw bikin jingle bertaon2 ga akan tahan dan survive kalo ga kerja mikirin nanti anak gw bisa sekolah di Harvard. Karena itu gw bisa ngadepin client2. Find your cause, bro. Kalo cause lo itu pengen jadi rockstar then go the whole way, but remember even rockstar has to live like a rockstar to be rockstar. By saying that, ada hal2 yg mst di sacrifice
    Tapi kalo lo milih hidup sebagai suami dan bapak yg terbaik dr Tara dan Snow, tujuan itu pasti lo capai mon.
    Life is a bitch, but it will be wonderful at least if you have your family to spend it with. Put your fam first as a goal, the rest will follow.
    Msh untung lo ada bekal S2, bnyk musisi laen stuck and music is their only hope
    Btw, lo baru umur 30.
    Enjoy the show,
    Larry

    ReplyDelete
  6. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  7. solusi sih pasti ada, mungkin gw bisa bantu klo lo mau, ayola atur waktu kosong aja ehehe

    ReplyDelete
  8. Hai bang Mono.Salam kenal sebelumnya.Saya sebenarnya followers mama Tara di Ig tapi ga tau kenapa malam ini nyasar ke ig mas mono dan menemukan link blog ini dan membacanya di pukul 1:23 AM.

    Saya setuju dengan mas (apalagi saya jg ada di masa yg mirip intinya dgn mas tapi perjalanan ceritanya saja yg beda :)) dan dikemas di takaran usia saya)). Mungkin saya mau berbagi sedikit kalimat dari Tan Malaka yang menjadi salah satu obat saya:
    Terbentur
    Terbentur
    Terbentur

    Terbentuk.

    Saya yakin ini cara Tuhan membentuk mas lebih baik!
    Jadi jangan menyerah!
    Saya membacanya bisa merasakan bagaimana semangat dan harapan yang mas beri untuk peran mas saat ini.

    Semoga selalu dikuatkan!!
    Karena hidup harus naik level hehe


    Salam
    Karl
    ((followersnya mama Snow yang nyasar ke blog papa snow hehe))

    ReplyDelete
  9. Halo, Mas Mono, iseng nyasar ke sini, nih. Trm kasih sudah sharing dgn apa adanya. Been there juga, dan memang kuncinya cuma harus ttp semangat dan tekun, selebihnya akan mengikuti :)

    Salam.

    ReplyDelete
  10. Mono.. ini Ayu Esquire.. semangat terus ya! Gw sama Yogi suka loh dengerin Neurotic di mobil. Bukan sekedar karena kami emang kenal sama loe, tapi emang kami suka kok sama lagu2nya Neurotic.

    Since beberapa temen gw ada yang kenal sama loe, ada loh yang bilang, loe tuh lucky genius bastard sebenernya. Haha. Jadi, semangat terus ya!

    ReplyDelete
  11. ⁠⁠⁠Apa kabar Jmono!! Gua Rizky, mungkin lu lupa gua dulu tim Kissvaganza Indosiar jaman2 band lu dulu ALEXA. Hehe

    Gua semalam mau sapa lu di acara konser NOAH, tapi ga sempet samperin euy ngurusin acaranya. Mudah2an sehat dan sukses ya bro.

    Btw gua salah satu yg ikutin jejak perjalanan lu bro dari awal lu pertama di ALEXA, sampai cerita lu di majalah rolling stone dimana lu di pecat dan vokalis lu kasih saran ke lu bisa jadi frontmen kaya sekarang di Neurotic. Gua sempet kaget nemu blog lu bro hahaha.

    Kalo boleh gua kasih saran dan masukan bro. Menurut gua kalo gua baca cerita di rolling stone, menurut gua lu sekarang sukses menjadi frontmen dr band/project yang lu buat skr bareng Neurotic, dimana impian lu yg dulu agar bisa lebih terlihat dibanding menjadi pemain bass di band lu dulu.

    Masalah terpenting menurut gua (maaf2 kalo salah) seperti lu tulis "FAILED" untuk album lu ini, menurut gua ada beberapa faktor, dan prediksi gw buat band lu skr gw anggap seperti "petasan";

    1. Pertama, project lu yang abu2 disebut band atau solo ini masih sulit di Indonesia. Dari personil Eno dkk sampai berubah seperti sekarang. Kayanya disini butuh yang jelas, band atau solo. Gua termasuk yg terkecok ini band, solo, atau project Eno.

    2. Kedua, materi album lo menurut gw masih terlalu keren buat telinga orang indo.

    3. Lu kan dulu sempet di Industri mainstream, seharusnya lu udah tau konsekwensi pada saat lu buat musik seperti Neurotic skr, dan harus terima resikonya untuk masalah penjualan. Tapi lain hal bicara kesuksesan lu menjadi frontmen dgn lo buat semuanya dr konsep sampe lagu2nya yang menurut gua lu sukses bgt bro.

    4. Keempat, lu coba buat satu lagu yang bener2 bisa hits. Klo udah ada satu lagu yang nghits gw yakin bro kedua atau berikutnya bakalan ngikut bro. Dan gw yakin jg manajemen lu juga kesulitan jual band lu skr. Karena gw jg sempet coba ajuin Neurotic buat main acara program gua itu susah bro.

    5. Faktor x, kalo ini udah diluar jangkuan kita sebagai manusia bro hehe.

    Dari saran dan masukan gua mudah2an gw ga salah kasih masukannya, dan gua yakin dan doain lu dan Neurotic bisa sukses, semangat bro.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju banget. Thank you ya. Kok nggak
      Nyamperin sih.

      Delete
  12. 1. gue suka banget banget banget surga durjana
    2. perjalanan hidup Jmono mungkin mewakili juga gue dan kawan gue saat memulai web music 2013 lalu karena kecintaan kita ama musik dan band.
    Namun karena tuntutan hidup dan realita. harus kubur dalam2 mimpi buat sukses dari web maupun band.
    Salah satu dr kita kerja di bank dan gue kerja perusahaan swasta sbg konsultan.
    Namun ga seharipun kita menikmati kehidupan yg kita jalani skrg.
    Bukan berarti kita gak bersyukur, tapi memang ada rasa kecewa dan penyesalan yang besar.
    bahwa ahirnya kami harus menyerah terhadap realita.
    and now we are 30

    Keputusan Jmono untuk tetep bikin musik (bukannya jadi notaris), untuk jadi vokalis (bukannya bassist),
    dan membuat karya sebagus "surga durjana" bikin kita jadi punya semangat lagi. bikin kita sama2 membuat keputusan untuk berkarya lagi

    You have really inspired us

    ReplyDelete