Tuesday, March 27, 2018

TEACHER


A teacher is a person who helps others to acquire knowledge, competences or values. 


Di akhir tahun 2016 gue memulai pengalaman baru yaitu mengajar. Gue mulai mengajar di Sjuman School Of Music sebagai guru teori musik. Waktu itu gue mempunyai dua orang murid yaitu Mita dan Elang. Gue waktu itu ditugaskan mengajar mereka berdua karena mereka berdua belum pernah menempuh pendidikan teori dasar musik. Gue mengajar mereka selama satu semester sampai mereka cukup paham dasar-dasar teori musik.


Kemudian di tahun 2017 gue juga mulai mengajar kelas Early Music Program (EMP) di Sjuman School Of Music. Gue mengajar bersama Mery Kasiman yang mungkin lebih kalian kenal sebagai pemain keyboard dari grup Potret. Di kelas ini kita mengajari murid-murid berusia 3 sampai 5 tahun pendidikan dasar musik dengan beberapa metode belajar sambil bermain. 













Seringnya gue bertemu Mery sambil mengajar kelas ini pula yang menyebabkan terjadinya proses pengerjaan lagu-lagu solo dari Mery Kasiman. Berawal dari suatu ketika tidak ada murid yang masuk, waktu yang kosong tersebut gue gunakan untuk memaksa Mery memainkan lagu-lagu ciptaannya dan waktu itu gue merekamnya dengan menggunakan telepon genggam. Demo-demo tersebut akhirnya dikerjakan di Weird Mansion dan sudah rampung sebanyak 4 buah lagu.


Mulai tahun 2018 gue juga mengajar kelas piano untuk anak-anak di Sjuman School Of Music. Hingga saat ini gue mempunyai tiga orang murid piano. Mereka betul-betul belajar piano dengan gue dari nol. Menyenangkan sekali melihat perkembangan mereka setiap minggu. Tantangannya adalah bagaimana caranya menjaga suasana belajar tetap menyenangkan dan tidak membosankan, tetapi di saat yang sama harus tetap disiplin. Kira-kira seperti ini suasana gue mengajar piano di Sjuman School Of Music,




Rasanya menyenangkan sekali bisa berkontribusi kepada masyarakat lewat pendidikan, walaupun murid-murid gue tidak harus menjadi musisi di masa depan nanti, tetapi at least gue sudah mencoba berkontribusi mengenalkan musik secara proper kepada mereka sejak dini sehingga mudah-mudahan mereka akan tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang apresiatif terhadap seni, khususnya musik.

Sunday, March 25, 2018

IWA K WITH NEUROTIC


Hi Geng,

Ada suatu masa di zaman gue masih SD, di mana gue bermimpi bisa jago main basket, mengikuti schedule NBA di TV dengan Iwa K juga sebagai host-nya, di mana bertahun-tahun ujung-ujungnya di final playoff selalu Utah Jazz berhadapan dengan Chicago Bulls dengan Bulls yang selalu menjadi juaranya (tidak berubah sampai Michael Jordan kembali pensiun), menonton film "Space Jam" di bioskop sampai beli VCD-nya untuk nonton lagi di rumah, beli sepatu dan bola basket di Mal untuk dipakai main basket di sekolah atau di kompleks sekitar rumah. Semua ini gue lakukan dengan lagu "Nombok Dong" sebagai salah satu soundtrack utamanya. Ternyata mendengarkan kaset album "Kramotak" dari Iwa K berulang-ulang di masa itu menjadi pendidikan musik tersendiri buat gue.


Setelah dewasa dan secara profesional bermain musik, banyak hal yang dulu gue anggap keren akhirnya menjadi hal yang biasa-biasa saja setelah didengarkan kembali. Tetapi hal itu tidak terjadi dengan album "Kramotak". Album ini selalu luar biasa saat gue dengarkan dan membawa memori masa kecil yang menyenangkan. Even karena artwork album yang seperti itu, dulu waktu album "Kramotak" dirilis gue minta orang tua dibelikan mesin cukur rambut persis seperti yang Iwa K gunakan di gambar ini dan ikut-ikutan selalu berambut plontos. 

Tiba-tiba suatu ketika, waktu salah satu tempat di Jakarta, Leon, baru saja dibuka, tidak sengaja pada saat gue makan malam di sana, ada Iwa K, Remon Nessa, dan Mirza "Jawir" Noviansyah di meja seberang. Tiba-tiba terbesit ide untuk membawakan "Kramotak" yang waktu itu langsung gue ceritakan ke Ade Hafidh (Drummer Kelelawar Malam) yang waktu itu juga makan malam sama gue di Leon. Ade menyarankan gue untuk membicarakan ide ini ke Jawir, karena dia tahu Jawir cukup dekat dengan Iwa K. Namun pada saat gue akhirnya menceritakan ide ini kepada Jawir berapa bulan kemudian, Iwa K sedang menjalani hukuman karena kejadian di bandara yang bisa kalian temukan di halaman-halaman berita nasional. Kebetulan juga saat gue dan Jawir membicarakan kemungkinan Neurotic bisa membawakan Kramotak bersama Iwa KLeon Budinanggala Gunawan dari Delahouse Indonesia ada dan ikut mendengarkan pembicaraan kita berdua. Dia langsung tertarik untuk mempersiapkan event ini setelah Iwa K bebas dari hukumannya. Akhirnya Leon dan Delahouse Indonesia-lah yang pertama kali mempertemukan Iwa K dengan Neurotic di event "Sunday Night Live".


Pada saat rehearsal bersama Iwa K untuk event ini, gue ajak juga Snow dan Tara. Sempat di sela-sela break latihan gue cerita ke Iwa K kalau album "Kramotak" spesial buat gue dengan segala kisah di atas. Gue langsung bertanya kenapa album ini bisa sangat berbeda, apa yang menjadi inspirasi dan referensi saat itu. Jawabannya adalah waktu itu beliau sedang mendengarkan grunge dan musik alternatif. Penulisan liriknya pun tidak dengan pendekatan yang digunakan di kedua album sebelumnya. Dan menurut pengakuan beliau pada eranya justru album ini tidak disambut dengan terlalu baik karena banyak yang bilang album ini "empat atau lima tahun lebih cepat dari eranya". Sebuah statement yang dalam hati membuat gue tersenyum dan berpikir, "Oh mungkin itu yang terjadi dengan album-album Neurotic.".





































Berikut rekaman dari event pertama Iwa K bersama Neurotic,


Kemudian pada saat soundcheck di event tersebut, Remon Nessa (manajer dan rapper dari Iwa K) sudah menawarkan kalau ada event selanjutnya di bulan Desember, dan di event ini penampilan kita akan direkam dan di-publish di youtube. Remon sudah menginfokan ke penyelenggara acara kalau Iwa K propose band pendukungnya untuk event ini adalah Neurotic. Ternyata tidak sampai sebulan kemudian, Neurotic tampil lagi bersama Iwa K di acara "Together Whatever".

















Berikut rekaman dari event "Together Whatever" Iwa K bersama Neurotic


Jujur, dari setelah event pertama Iwa K bersama Neurotic, gue sudah mencoba menawarkan Kang Iwa untuk mencoba bekerja bareng di dalam studio bersama gue. Namun akhirnya hal tersebut baru terjadi di bulan Januari 2018 setelah event kedua Iwa K bersama Neurotic. Dan bisa dibilang pada saat bertemu di studio tersebut, gue dan Kang Iwa baru betul-betul ngobrol sampai heart to heart tentang banyak hal. Di kedua gig sebelumnya karena kita selalu bertemu di suasana latihan dan event jadi belum ada waktu untuk lebih mengenal satu sama lain. Ternyata setelah session pertama di dalam studio, kita berdua merasa comfortable dan kita mencoba untuk disipilin bertemu seminggu sekali di studio dan memproduksi sesuatu. Ternyata dalam waktu sebulan kita berhasil menyelesaikan 2 buah lagu yaitu "Sans" yang menjadi single comeback-nya Iwa K, dan versi remix dari lagu "Halusinasi" Neurotic dengan Iwa K.




Pada bulan Maret 2018, kolaborasi Iwa K dan Neurotic menjadi salah satu penampil pada event tahunan "Jakarta International Java Jazz Festival" yang bertempat di JIEXPO Kemayoran. Iwa K dan Neurotic menjadi salah satu penutup di hari terakhir Java Jazz 2018. 








Kalian bisa melihat penampilan Iwa K dan Neurotic di Java Jazz tahun 2018 di sini,


Jujur, belum ada rencana selanjutnya ke depan untuk kolaborasi Iwa K dan Neurotic, karena seperti kita berdua pernah bicarakan di studio, hal yang terpenting adalah no rushing dan semuanya happy pada saat kolaborasi ini dilakukan. Di dalam studio pun gue dan Kang Iwa pernah sama-sama berkhayal sejauh apa kolaborasi ini dapat dilakukan. Namun buat gue, apabila kolaborasi ini tidak akan pernah terjadi lagi, momen-momen kolaborasi tersebut adalah momen-momen menyenangkan dalam perjalanan musikal gue. Andaikan kolaborasi ini terjadi lagi, sepertinya juga akan banyak karya-karya baru yang bisa kita hasilkan bersama. Let's see what will happen next...