Thursday, June 9, 2016

NEUROTIC #INDOARTPOP PLAYLIST


Hi Geng, 

"Neurotic #INDOARTPOP Playlist" adalah playlist lagu-lagu Indonesia versi Neurotic, yang kemudian diinterpretasikan, di-arrange, dibawakan dan direkam secara live oleh Neurotic di Weird Mansion

Kenapa Neurotic membawakan lagu-lagu dari performer lain?

Bisa dibilang ide dasar yang membuat gue melakukan hal ini adalah "capturing the moment". Gue ingin suatu saat nanti kalau "Neurotic #INDOARTPOP Playlist" ditonton kembali, yang menonton bisa ingat momen-momen di sekitar tahun 2015 sampai tahun 2016 di mana lagu-lagu dan performer-performer ini sedang hits sekali di Indonesia. Selain itu gue juga ingin mengubah persepsi kalau membawakan lagu cover version itu harus lagu dari band luar negeri atau kalau dari dalam negeri lagunya harus yang sudah hits atau legendaris sekali. Bisa dibilang untuk "Neurotic #INDOARTPOP Playlist", Neurotic membawakan karya-karya dari para performer yang bisa dibilang adalah teman-teman dari Neurotic. Jadi mungkin hal ini bisa menjadi inspirasi untuk teman-teman sesama musisi bahwa untuk mengapresiasi dan saling support sesama teman-teman musisi juga bisa dilakukan dengan cara membawakan lagu-lagu dari teman-teman sesama musisi yang lainnya.

Berikut adalah lagu-lagu yang dibawakan Neurotic di "Neurotic #INDOARTPOP Playlist" tersebut:



Spesial di postingan blog ini gue akan menjelaskan secara detail proses pengerjaan aransemen pada lagu-lagu Indonesia yang ada di dalam "Neurotic #INDOARTPOP Playlist".

1. "Oh Well" (Elephant Kind)



Lagu ini adalah lagu yang paling pertama dikerjakan aransemennya untuk "Neurotic #INDOARTPOP Playlist". Gue bersama Ankadiov mengerjakan aransemen "Oh Well" di studio Weird Mansion dan memulainya dengan memilih dan menentukan terlebih dahulu beberapa part dari aransemen asli "Oh Well" versi Elephant Kind untuk dipertahankan di aransemen "Oh Well" versi "Neurotic #INDOARTPOP Playlist". Akhirnya kita putuskan ada 2 part yang akan tetap dipertahankan, yaitu beat drums yang akhirnya menjadi hook di setiap awal bagan lagu dan strumming gitar yang akhirnya selalu menjadi penutup bagan lagu. Strumming gitar dari versi asli ini kemudian kita lengkapi dengan aransemen gitar untuk 3 gitaris, karena spesial untuk lagu ini, gue sudah berencana untuk syuting dengan format 3 gitaris. Kemudian gue terpikir untuk mencari struktur progresi kord dengan harmoni yang simple, namun bisa di-loop sepanjang lagu dan memiliki bunyi yang terdengar manis, tetapi bisa terdengar berbeda dengan harmoni progresi kord dari aransemen versi aslinya. Akhirnya semua ide tersebut direkam dan part selanjutnya adalah membuat bassline yang menarik. Gue terinspirasi untuk mengadaptasi bassline dari lagu Bombay Bicycle Club yang berjudul "Lights Out Words Gone" di lagu ini. Setelah itu Ankadiov mengerjakan part aransemen terakhir yaitu part breakdown di tengah lagu, di mana Ankadiov mempunyai ide supaya di bagian ini tiba-tiba suasananya menjadi sepi, minimalis, dan hanya diisi oleh suara organ yang mengiringi vokal gue.

2. "Keep Being You" (Isyana Sarasvati)



Lagu ini adalah lagu kedua yang dikerjakan aransemennya untuk "Neurotic #INDOARTPOP Playlist". Gue bersama Ankadiov mengerjakan aransemen "Keep Being You" dengan ide dasar membuat aransemen yang funky, groovy, terdengar masa kini, dan juga membuat lagu "Keep Being You" bisa terdengar cocok untuk dinyanyikan oleh laki-laki walaupun liriknya sebetulnya mempunyai sudut pandang dinyanyikan oleh wanita untuk pria. Gue dan Ankadiov memulai proses aransemen dengan membuat bagan intro. Beat dan pattern dari synth yang dibuat Ankadiov pada bagan intro memancing gue untuk mengaransemen keseluruhan lagu dengan mood yang sama, maka gue melanjutkan aransemen dengan membuat bagan bassline, pattern gitar, dan drum akustik. Begitu bagan ritem lagu betul-betul sudah jadi, gue dan Ankadiov secara natural langsung bisa melanjutkan aransemen hingga rampung tanpa masalah yang berarti, dan kita berdua secara bergantian merekam aransemen seluruh instrumen dan juga part-part backing vocal.

3. Mati Muda (Kelompok Penerbang Roket)



Untuk lagu "Mati Muda" dari Kelompok Penerbang Roket, gue tidak melakukan aransemen ulang atau interpretasi yang berbeda. Karena gue sudah suka banget dengan aransemen asli dari lagu "Mati Muda", gue betul-betul menyamakan bagan aransemen dari versi asli lagu ini. Yang berbeda adalah gue menambahkan part synthesizer menggunakan Korg MS20 Mini di bagan yang seharusnya adalah bagan solo gitar. Sound synthesizer-nya pun gue sesuaikan dengan maksud seolah-olah sound tersebut adalah suara peluncuran "Roket" dari "Kelompok Penerbang Roket", hahaha.

4. "Bila Aku Jatuh Cinta" (Nidji)


Lagu ini sebetulnya tidak direncanakan untuk dibawakan. Namun karena di tengah pengerjaan syuting untuk video-video "Neurotic #INDOARTPOP Playlist" Neurotic mendapatkan jadwal manggung di ulang tahun Nidji dan juga diminta membawakan salah satu lagu Nidji, maka lagu ini akhirnya dipilih dan kita masukan juga ke dalam "Neurotic #INDOARTPOP Playlist". Kebetulan gue sudah berteman dengan Nidji semenjak mereka terbentuk di tahun 2002 dan lagu ini setahu gue adalah satu-satunya lagu dari demo-demo awal mereka yang sukses bertahan dari berbagai macam seleksi dan akhirnya bisa masuk di album perdana Nidji. Sehingga gue personally mengetahui belasan versi aransemen dari lagu ini sebelum akhirnya dirilis menjadi salah satu single di album pertama Nidji. Sehingga yang gue lakukan pada "Bila Aku Jatuh Cinta" versi "Neurotic #INDOARTPOP Playlist" adalah masuk studio dan mengaransemen ulang lagu ini dengan berimajinasi kalau seolah-olah "Bila Aku Jatuh Cinta" itu bukan lagu ciptaan Giring untuk Nidji, namun seolah-olah lagu ini adalah lagu ballad ciptaan gue untuk Neurotic.

5. "Bahas Bahasa" (Barasuara)


Lagu ini gue kerjakan aransemennya dengan ide dasar gue akan menciptakan alternate version dari seluruh hal yang ada di aransemen aslinya. Part drum asli yang sebetulnya cukup organik, gue ganti menjadi electronic drums, part gitar gue ganti menjadi part synthesizer, part coda yang aslinya sepi dengan vocal Ichyl dan gitar delay, gue ganti menjadi part yang megah dengan bungkusan tebal sound synthesizer. Akhirnya pada saat aransemen selesai, gue merasa bagan-bagannya terlalu "penuh" dan terdengar "menggumpal". Maka Ankadiov datang ke studio dan mengerjakan bagian selanjutnya yaitu membuang part-part yang dia anggap sebetulnya tidak perlu ada di "Bahas Bahasa" versi "Neurotic #INDOARTPOP Playlist". Mengerjakan "Bahas Bahasa" membuat gue dan teman-teman yang terlibat pada saat mengerjakannya berkesimpulan kalau sebuah lagu memang bagus, mau diaransemen seperti apa pun kemungkinan besar hasilnya bisa tetap terdengar bagus.

6. "Terlalu Lama Sendiri" (Kunto Aji)


Lagu ini gue aransemen dan interpretasi ulang dengan imajinasi kalau lagu ini bukan lagu Kunto Aji, tetapi lagu dari grup elektronik yang bernuansa dark dan gloomy. Pada saat membuat aransemen hue juga sudah terpikir untuk membuat video live performance-nya bukan dengan format full band, namun hanya dengan format keyboard dan synth. Akhirnya secara natural terciptalah aransemen "Terlalu Lama Sendiri" versi "Neurotic #INDOARTPOP Playlist".

Kemudian setelah aransemen-aransemen ini selesai dikerjakan, proses syuting untuk live performance dilakukan secara bertahap di Weird Mansion.

Berikut adalah pihak-pihak yang terlibat di proses pengerjaan "Neurotic #INDOARTPOP Playlist".

Neurotic:
Jones - Vocal / Guitar / Synth
Adityar Andra - Guitar / Synth / Vocal
Yosaviano Santoso - Bass / Synth Bass / Guitar / Vocal
Bounty Ramdhan - Drums

All tracks produced by Jones,
except Oh Well, Keep Being You, and Bahas Bahasa produced by Jones & Ankadiov.

All tracks recorded by Yosaviano assisted by Firzi O, Raden Maulana, and Antonius Alexander.
All tracks recorded at Weird Mansion.
All tracks mixed and mastered by Yosaviano Santoso and Firzi O at Studio Masak Suara.

Videos recorded by Harya Sekar Giwangkara, Alexis Calvin, and Gallan Andhika.
Videos edited by Adityar Andra & Harya Sekar Giwangkara.

#letsgetweird #indoartpop

Tuesday, April 26, 2016

HELLO 30




Hi Geng,

Video di atas adalah satu adegan dari salah satu serial favorit gue "Big Bang Theory" dengan salah satu quotes yang gue rasakan sangat related dengan keadaan gue saat ini.



I feel you Sheldon...

Tuesday, April 12, 2016

SEKARANG! (REWORK)


Hi Geng,

Semenjak sekitar tahun 2010 studio di Weird Mansion berdiri, sampai awal tahun 2016, belum pernah ada satu buah produk yang pengerjaannya dari awal sampai selesai dikerjakan seluruhnya di studio  Weird Mansion. Biasanya yang dikerjakan di studio Weird Mansion sebatas proses aransemen, proses pre-production, dan proses recording instrument, yang biasanya memang giliran gue yang memainkan instrument yang akan direkam tersebut.

Picture by Abenk Alter
Semenjak sekitar tahun 2014, gue dan Abenk Alter berusaha untuk rutin bertemu di studio Weird Mansion untuk membuat musik. Kita membuat lagu, mengumpulkan "tabungan" siapa tahu suatu hari lagu-lagu tersebut terpakai untuk para penyanyi, produser, musisi, ataupun label yang membutuhkan lagu, dan beberapa kali juga kita mengerjakan musik untuk keperluan Abenk Alter. Sebisa mungkin di tengah kesibukan masing-masing kita sempatkan untuk bertemu dan tetap produktif membuat sesuatu bersama-sama.

Nah, akhirnya pada bulan April di tahun 2016 ini, ada satu buah produk yang proses pengerjaannya dikerjakan seluruhnya di studio Weird Mansion. Produk tersebut adalah lagu "Sekarang!" (rework) dari Abenk Alter.



Lagu "Sekarang!" versi rework ini berbeda dengan format lagu "Sekarang!" yang ada di debut album Abenk Alter, karena kebetulan di awal tahun 2016 kemarin Abenk Alter mendapatkan sebuah project, di mana project ini membutuhkan versi lain dari lagu "Sekarang!", maka gue di-involve untuk memproduseri "Sekarang!" versi rework ini bersama Abenk Alter. Proses pengerjaannya sendiri memakan waktu cukup singkat karena sebelumnya gue sudah dilibatkan terlebih dahulu oleh Abenk untuk mengaransemen synthesizer parts dari beberapa lagu di album perdana Abenk Alter untuk kebutuhan live performance di acara intimate showcase Abenk Alter, sehingga pada saat tawaran me-rework lagu "Sekarang!" ini datang, gue tinggal membuka kembali session lagu "Sekarang!" yang sudah ada di studio Weird Mansion, kemudian mengaransemen dan merekam kembali sekitar 80% bagian yang belum direkam secara proper. Untuk lagu "Sekarang!" (rework) ini, gue memproduseri, merekam, melakukan proses mixing dan mastering, dan juga memainkan seluruh instrument musik. Seluruh proses-proses tersebut dikerjakan di studio Weird Mansion.


Friday, April 1, 2016

SNOW & ASA




Hi Geng,

Karena belakangan gue adalah anggota keluarga yang paling sering di rumah, belakangan gue jadi lebih sering menghabiskan waktu bersama Snow dan juga ponakan gue, Asa. Biasanya kegiatannya sih main-main di kamar gue atau di ruangan-ruangan lain di rumah, sekalian gue bisa mengenalkan mereka ke alat-alat musik di rumah, seperti gitar elektrik, drum, dan keyboard.

Nah salah satu kegiatan favorit gue bersama mereka adalah kalau sudah waktunya mereka dimandiin di sore hari, seperti bisa dilihat di video di atas. Gue yakin waktu akan terasa cepat berjalan dan tiba-tiba tidak terasa mereka sudah terlalu besar untuk bisa gue dokumentasikan melakukan kegiatan-kegiatan ini bersama gue. Makanya sekarang-sekarang ini sepertinya adalah waktu yang tepat untuk mulai mendokumentasikan kegiatan-kegiatan gue bersama Snow dan Asa. Hehehehe.

Monday, March 28, 2016

HAVE I FAILED?



"Apakah gue gagal?"

Bulan April 2016, gue akan menginjak usia 30 dan pertanyaan inilah yang belakangan setiap saat selalu ada di pikiran gue. Bercampur dengan rasa bingung, rasa kecewa, rasa marah, dan bahkan rasa iri. Setelah melalui masa-masa terburuk di tahun 2012, gue tidak pernah ingin menyerah. Gue segera menata kembali kehidupan gue. Membangun Neurotic, menemukan Tara sebagai partner hidup, menjalani kuliah S2 supaya bisa menambah bukti kepada khalayak ramai kalau tidak semua anak band dan musisi itu satu suara ber-statement "sekolah mengganggu musik" dan juga ingin membuktikan kalau anak-anak band yang putus sekolah itu mostly memang tidak niat atau malas dalam menjalani studinya. Seluruhnya gue jalani dengan fun dan dengan penuh harapan akan gambaran di usia 30, "gue akan menjadi salah satu rockstar tersukses di Indonesia bersama Neurotic, yang mempunyai keluarga bahagia, yang selalu menciptakan musik yang bagus dan disukai banyak orang, dan mengantongi gelar S2".


Memasuki tahun 2013, proses-proses di atas semakin menyenangkan. Gue bersama Raden Maulana menjadi rekan dalam mengerjakan Neurotic. Porsinya adalah gue, satu orang, tetapi bertindak sebagai band, sehingga diharapkan proses "debat kusir" yang sering terjadi di dalam band tidak akan terjadi, dan Maul, sebagai manajemen, bertanggung jawab supaya Neurotic bisa menafkahi seluruh timnya. Kita berdua menemukan executive producer yang akan mendanai pembuatan album perdana Neurotic yang diberi judul "WEIRD", dan Widi Puradiredja dan Hendra Jaya Putera kita hire untuk mengerjakan album ini. Selama 6 bulan, dari nol tidak ada materi sama sekali, akhirnya "WEIRD" berhasil selesai dengan hasil 8 lagu yang menurut gue personally adalah titik puncak perjalanan musikal gue sampai detik postingan blog ini ditulis, yang di-mastering di Abbey Road oleh Geoff Pesche yang sudah pernah menangani mastering  untuk Gorillaz, Blur, Basement Jaxx, Coldplay, M People, Kylie Minogue, New Order, dan masih banyak lagi. Proses pengerjaan album "WEIRD" tersebut juga sangat menyenangkan buat gue karena di waktu yang sama pun gue mempersiapkan pernikahan dengan Tara di bulan Oktober 2013 dan juga masih berjuang menyelesaikan kuliah S2 Magister Kenotariatan di Fakultas Hukum Universitas Indonesia yang akhirnya berhasil gue selesaikan tepat waktu pada tahun 2014. 


Bisa terbayang, "harapan" atau mungkin kalian akan lebih prefer kata "ekspektasi" gue yang semakin tinggi akan gambaran usia 30, "menjadi salah satu rockstar tersukses di Indonesia bersama Neurotic, yang mempunyai keluarga bahagia, yang selalu menciptakan musik yang bagus dan disukai banyak orang, dan mengantongi gelar S2".


Namun, satu per satu mimpi buruk mulai terjadi untuk Neurotic. Setelah pada awalnya di tahun 2013 Neurotic menjadi "buah bibir" di lingkungan musik dengan single pertama (yang dirilis gratis) "Surga Durjana", bahkan di tahun 2013 sebelum merilis album Neurotic sudah bisa mendapatkan endorsement dari produk VANS yang pada saat itu baru resmi buka di Indonesia, karena situasi dan kondisi Indonesia yang sudah panas menjelang Pemilihan Umum di tahun 2014, bisa dibilang situasinya cukup aneh untuk Neurotic. Pada saat itu nama kita terdengar di mana-mana, tetapi jadwal manggung bisa dihitung dengan jari. Tidak banyak hal yang bisa Neurotic perbuat dalam mengatasi hal ini selain semakin serius menggarap jaringan media sosial kita, walaupun pertanyaan "Kapan ngebandnya nih?" selalu muncul di benak gue dan para musisi di Neurotic. Mimpi buruk yang lain pun terjadi. Pada awalnya Neurotic memang memfokuskan airplay radionya hanya di salah satu radio anak-anak muda Jakarta di bilangan Sarinah, pada awalnya plan ini berjalan dengan baik pada saat dirilisnya "Surga Durjana", bahkan kita sempat diundang untuk promosi di jam utama sore hari. Nah, pada saat itu juga gue dan teman-teman dari Neurotic mendengar kabar kalau akan ada perubahan radikal dari radio tersebut dalam waktu dekat di mana radio tersebut hanya akan memainkan hits dan tidak akan memainkan lagu-lagu rilisan baru. Ternyata pola yang terjadi di radio ini pada saat itu pun marak di hampir seluruh radio Jakarta yang kita harapkan akan memasang lagu Neurotic. Alhasil single kedua Neurotic yang berjudul "Aku Melangkah" bisa dibilang hampir tidak pernah terdengar di seluruh radio yang kita bayangkan akan memasang lagu tersebut. Dan suka tidak suka, hal ini juga berkorelasi dengan jadwal manggung yang bisa dibilang tidak ada karena di tahun 2014 sedang PEMILU. Pada saat itu pun putri gue dan Tara, Summer Snow Jones lahir. Akhirnya setelah PEMILU 2014, album "WEIRD" dirilis dengan acara launching party di Foundry 8 SCBD. Setelah album dirilis jadwal manggung sedikit membaik, dari sekitar bulan September sampai malam pergantian tahun 2014 ke tahun 2015 jadwal manggung cukup ramai. Pada saat ini jujur gue dan seluruh tim di Neurotic cukup lega dan berpikir "Oh, mungkin kemarin-kemarin sepi manggung karena pas Pemilu 2014 dan albumnya juga belum dirilis". Malam tahun baru 2015 pun kita berpesta sampai pagi di H Gourmet merayakan yang kita lalui di tahun 2014 dan menyambut tahun 2015 dengan penuh harapan.


Mimpi buruk yang terbesar pun terjadi. Memasuki tahun 2015, dari bulan Januari sampai Maret, Neurotic betul-betul tidak manggung. Keadaaan internal pun memburuk, karena janji Maul kepada tim untuk bisa menjadikan Neurotic sebagai monthly income pun menjadi janji palsu. Akhirnya seluruh musisi di Neurotic keluar, hanya menyisakan Adityar Andra seorang. Gue pun sudah mulai memprediksi kalau album "Weird" berpotensi commercially failed, walaupun album ini terpilih sebagai salah satu "Album Terbaik di Tahun 2014" versi majalah Rolling Stone Indonesia. Namun masih ada angin segar karena di tengah tahun 2015 Neurotic terpilih menjadi nominasi Breaktrough Artist Of The Year versi NET TV, walaupun akhirnya penghargaan tersebut dimenangkan oleh Kunto Aji. Setelah acara awarding tersebut pun ada beberapa event luar Jakarta yang disponsori oleh salah satu brand rokok yang mengundang Neurotic untuk ikut dalam rangkaian turnya. Namun setelah tur tersebut berakhir, sampai detik postingan blog ini ditulis belum ada lagi event yang mengundang Neurotic. Rasa gagal, rasa bingung, rasa kecewa, rasa marah, dan bahkan rasa iri pun menghantui gue karena semenjak tahun 2015 sampai sekarang tahun 2016 sebetulnya event musik sangat ramai, namun malah Neurotic yang gue bangun dengan penuh "harapan" atau (sekali lagi) kalian lebih senang menyebutnya dengan kata "ekpektasi", semakin tenggelam dan tidak kalian lihat di satu pun pamflet-pamflet dan billboard-billboard acara musik bergengsi yang ada di Indonesia.

Banyak pertanyaan yang timbul di pikiran gue, 

"Apa salah gue?" 
"Apa salahnya Neurotic?"
"Kenapa album "Weird" gagal?'
"Sejelek itukah Neurotic di mata kalian?"

bahkan,

"Apakah saatnya gue berhenti main musik?"

dan lain sebagainya.

Dan pertanyaan-pertanyaan yang muncul di pikiran ini harus diperparah dengan komentar-komentar brengsek dari beberapa teman yang tidak tahu situasi dan kondisi, tetapi sok ikut-ikutan sumbang solusi walaupun tidak diminta, seperti,

"Udahlah lo main bas aja lagi..."
"Udahlah lo kerja di bidang hukum aja..."
"Gimana kalo lo nyanyi tapi sambil main bas, kan lo main basnya bagus."
"Gimana kalau kita bikin petisi di change.org supaya lo main bas lagi?"
"Balik ajalah ke band lama lo..."

Dan masih banyak komentar-komentar tolol serupa yang dilontarkan oleh pihak-pihak yang merasa mereka adalah yang paling mengetahui dan mengerti isi pikiran gue.

Jujur, setelah banyak berdiskusi dengan keluarga dan beberapa teman dekat, tidak ada yang bisa memberikan solusi atas masalah gue, mereka semua hanya bisa menyemangati dan menemani gue. Belakangan pun gue mencoba untuk fokus saja dulu dengan hal-hal yang bisa gue kerjakan di depan mata dan bisa menafkahi Tara dan Snow. Untungnya dari bulan ke bulan masih ada saja pekerjaan yang datang ke gue. Walaupun postingan blog ini pun gue tulis setelah tadi malam gue baru saja menerima kabar kalau kontrak untuk pekerjaan yang menjadi pegangan gue untuk beberapa bulan ke depan tidak diperpanjang, hahahaha.


Secarik kertas di atas adalah hal yang gue temukan di meja sebelah tempat tidur gue pada saat bangun tidur hari ini. Ternyata Tara menuliskan pesan ini sebelum dia pergi. So, pesan ini untuk akan menjadi acuan gue dalam menjalani hari demi hari ke depan. Walaupun tidak mudah, namun gue tidak akan menyerah dan terus berusaha. Seperti quotes "bijaksana" yang gue temukan di internet,

"I AM NOT FAILED. MY SUCCESS IS JUST POSTPONED."


Friday, March 4, 2016

BERWARNA



The wait is finally over! Saksikan video klip #BERWARNA di Youtube channel Neurotic sekarang! 


#BERWARNA yang menjadi penutup seluruh kisah di album 'Weird' dan menceritakan tentang pertemuan gue dengan mamaofsnow yang menjadi sumber inspirasi lagu ini. Selain Tara, Mono juga ditemani oleh teman-teman manggungnya AdityarandraBounty RamdhanYosaviano dan Kimo Rizky.

Yang membedakan penggarapan lagu ini dibandingkan dengan lagu-lagu lainnya adalah, lagu ini dibuat dengan format "jamming" antara gue dan beberapa personil Maliq and D'essentials (Widi PuradiredjaLale "Arya" Aditya, & Ilman Ibrahim) karena kebetulan proses pengerjaan album "Weird" waktu itu di Organic Records (studio Maliq & D'essentials). #BERWARNA menjadi sangat spesial karena secara musikal, single ini sangat berbeda dengan lagu-lagu lainnya di album "Weird" dan diharapkan menjadi pembuka segala kemungkinan baru dalam musik Neurotic ke depannya, di album berikutnya.

Selamat menonton #weirdos!

#letsgetweird #indoartpop

Tuesday, August 11, 2015

NEUROTIC 1.1 "WEIRD" LIVE


Hi Geng,

Video ini berjudul "Neurotic 1.1". Gue, Adityar Andra, Said Satriyo, Byanos dan Iqif membawakan seluruh lagu dari debut album Neurotic yang berjudul "Weird". Setelah album "Weird" dirilis, 4 orang musisi ini adalah musisi-musisi yang paling sering bermain dengan gue di atas panggung bersama Neurotic. Iqif pada drums, Byanos pada bass, Said Satriyo pada gitar, Adityar Andra pada gitar & synthesizer, dan gue bernyanyi. 


Ini adalah bagian pertama dalam perjalanan Neurotic. Kita sudah melalui proses-proses dan panggung-panggung yang menyenangkan. Beberapa dari teman-teman ini akan melanjutkan perjalanan yang lain. Saatnya gue melanjutkan perjalanan selanjutnya bersama Neurotic.

#letsgetweird
#indoartpop