Wednesday, January 2, 2019

STUDIO WORK

Di tahun 2019, saya memutuskan untuk mundur dari kegiatan bermusik untuk waktu yang belum saya tentukan. So far, inilah proyek-proyek musik yang saya sudah kerjakan di dalam studio.





Band:
Neurotic (2012-present) (Vocal, Guitar, Bass, Synth & Keyboard, Drums)
Album: WEIRD (2014), Dimensi Alternatif (2017)
Alexa (2007-2012) (Bass, Synth & Keyboard, Backing Vocal)
Album: Alexa (2008), Alexa (Repackaged) (2009), EDISI II (2010)

Producer:
Alexa - Alexa (1st album self-titled)
Alexa - Alexa (1st album self-titled repackaged)
Alexa - Edisi II (Album)
Gruvi - Gruvi (1st album self-titled)
Metro - Metro (1st album self-titled)
Afgan - Dia Dia Dia (Acoustic Version) (Single)
Igo (Indonesian Idol 2010) - Biarkan Ku Sendiri (Single)
Lala Karmela - Kamu (Single)
Once - Tak Sempurna (Single)
Neurotic - Dimensi Alternatif (Album)
Petra Sihombing - Nirmala (Single)
Petra Sihombing - Take It Or Leave It (Featuring Incognito) (Single)
Mery Kasiman - Fallin Apart (Single)
Iwa K - Sans (Single)
Neurotic - Halusinasi (Remix) (Featuring Iwa K) (Single)
Randy M.P., Laze, ShotgunDre, Jones - Heaven In Hell (Single)
The Boris Suit - Sad Teens With Happy Faces (EP)
Mery Kasiman - Live With Heart (EP)
Saint Loco - NAKL (Single)
Petra Sihombing -1/4 (Album)
The Brandals - Retorika (Single)

Upcoming:
Saint Loco - Stigma Propaganda (Single)
Nadhira - Lost (Single)
Aya Anjani - Juwita (Single)

Studio Musician:

Electric Bass:
Parkdrive - Biarkan
Aditya - Be Mine
Krisdayanti - Kurnia
Dimi - Absence
Dimi - Musim Cinta (feat. Yann Brault)
Rieka Roslan - Lagu Untuk Teman
Rieka Roslan - Triangle Of Life
Afgan - Wajahmu Mengalihkan Duniaku
Vidi Aldiano - Gadis Genit
Lala Karmela - Kamu
Lala Karmela - Engkaulah Mentari
Edwin Marshal - Hayal
LCD Trip - Adoration
Once - Tak Sempurna
Once - Di Bawah Mentari
Ben Sihombing - Sama Sama Menunggu
Mery - Fallin Apart
Iwa K - Sans
March - Reconcile (Album)
Petra Sihombing featuring Neurotic - Business Is Better If You Mind Your Own
Aya Anjani - Juwita

Guitar:
Once - Tak Sempurna
Rock N’ Roll Mafia & Elephant Kind - Thrill Pills
Rock N’ Roll Mafia - Intoxicated (Featuring Petra Sihombing)
Iwa K - Sans
Iwa K - Bebas Lepas Iwa K Together Whatever Session (Live Album)

Keyboard & Synth:
LCD Trip - Adoration
Once - Tak Sempurna
Once - Di Bawah Mentari
Black Teeth - Anjing Kantor
Rock N’ Roll Mafia & Elephant Kind - Thrill Pills
Rock N’ Roll Mafia - Intoxicated (Featuring Petra Sihombing)
Iwa K - Sans
Mery Kasiman - It Should Be Fine
March - Reconcile (Album)
Saint Loco - Stigma Propaganda
Petra Sihombing featuring Neurotic - Business Is Better If You Mind Your Own
Nadhira - Lost
The Brandals - Retorika
Aya Anjani - Juwita

Drums:
Once - Tak Sempurna
Mery Kasiman - Waterfall
Mery Kasiman - It Should Be Fine

Vocal: 
Iwa K - Kuingin Kembali (taken from “Bebas Lepas Iwa K Together Whatever Session” Live Album)

Goodbye, see you when i see you.

Tuesday, March 27, 2018

TEACHER


A teacher is a person who helps others to acquire knowledge, competences or values. 


Di akhir tahun 2016 gue memulai pengalaman baru yaitu mengajar. Gue mulai mengajar di Sjuman School Of Music sebagai guru teori musik. Waktu itu gue mempunyai dua orang murid yaitu Mita dan Elang. Gue waktu itu ditugaskan mengajar mereka berdua karena mereka berdua belum pernah menempuh pendidikan teori dasar musik. Gue mengajar mereka selama satu semester sampai mereka cukup paham dasar-dasar teori musik.


Kemudian di tahun 2017 gue juga mulai mengajar kelas Early Music Program (EMP) di Sjuman School Of Music. Gue mengajar bersama Mery Kasiman yang mungkin lebih kalian kenal sebagai pemain keyboard dari grup Potret. Di kelas ini kita mengajari murid-murid berusia 3 sampai 5 tahun pendidikan dasar musik dengan beberapa metode belajar sambil bermain. 













Seringnya gue bertemu Mery sambil mengajar kelas ini pula yang menyebabkan terjadinya proses pengerjaan lagu-lagu solo dari Mery Kasiman. Berawal dari suatu ketika tidak ada murid yang masuk, waktu yang kosong tersebut gue gunakan untuk memaksa Mery memainkan lagu-lagu ciptaannya dan waktu itu gue merekamnya dengan menggunakan telepon genggam. Demo-demo tersebut akhirnya dikerjakan di Weird Mansion dan sudah rampung sebanyak 4 buah lagu.


Mulai tahun 2018 gue juga mengajar kelas piano untuk anak-anak di Sjuman School Of Music. Hingga saat ini gue mempunyai tiga orang murid piano. Mereka betul-betul belajar piano dengan gue dari nol. Menyenangkan sekali melihat perkembangan mereka setiap minggu. Tantangannya adalah bagaimana caranya menjaga suasana belajar tetap menyenangkan dan tidak membosankan, tetapi di saat yang sama harus tetap disiplin. Kira-kira seperti ini suasana gue mengajar piano di Sjuman School Of Music,




Rasanya menyenangkan sekali bisa berkontribusi kepada masyarakat lewat pendidikan, walaupun murid-murid gue tidak harus menjadi musisi di masa depan nanti, tetapi at least gue sudah mencoba berkontribusi mengenalkan musik secara proper kepada mereka sejak dini sehingga mudah-mudahan mereka akan tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang apresiatif terhadap seni, khususnya musik.

Friday, March 23, 2018

DIMENSI ALTERNATIF SHOWCASE


Hi Geng,

Pada tanggal 6 September 2017 Neurotic melakukan selebrasi perilisan album kedua "Dimensi Alternatif". 

Berikut rekaman penampilan Neurotic pada showcase tersebut:


Selamat menikmati, Geng!

Thursday, March 22, 2018

ATAS MUSIC


Hi Geng,

Suasana Weird Mansion yang kembali ramai di akhir tahun 2016 sampai pertengahan tahun 2017 ternyata mengundang proses-proses kreatif yang tidak disangka. Beberapa teman-teman yang hadir waktu itu pun sedang mempunyai rilisan-rilisan yang keren-keren, seperti;


1. GamaliƩl & Greybox (Okeanos EP)



2. Adrian Khalif - Made In Jakarta


3. Black Teeth - Bleki



Situasi ini ternyata membuat gue dan Petra Sihombing yang waktu itu sudah menyelesaikan album kedua Neurotic "Dimensi Alternatif", merasa perjalanan kita di studio belum selesai dan mencoba berkarya bersama lagi di studio. Petra-lah yang mencetuskan nama "Atas Music" sebagai sebutan untuk music production kita bersama. Dalam perjalanannya Rizky "Greybox" Argadipraja juga terkadang ikutan involve di studio. Selama tahun 2017 sampai 2018 beberapa produksi kita di studio sudah dirilis, di antaranya adalah:

1. Petra Sihombing - Nirmala



2. Ben Sihombing - Sama Sama Menunggu



3. Neurotic - Selamat Untuk Jakarta



4. Petra Sihombing featuring Incognito - Take It Or Leave It



5. Iwa K - Sans



6. Mery Kasiman - Fallin Apart



7. Neurotic featuring Iwa K - Halusinasi (Remix)



8. Neurotic featuring Pryanka Alexandra - Halusinasi (Akustik)



Selain itu ada juga beberapa produksi musik yang tidak diproduseri "Atas Music", namun beberapa bagiannya dikerjakan juga di studio di Weird Mansion di medio 2017, seperti:

1. Rock N' Roll Mafia featuring Petra Sihombing - Intoxicated

 

2. Ezra Kunze featuring Pryanka Alexandra - Liqour



Masih ada beberapa produksi musik yang akan menyusul dari "Atas Music" dan pastinya akan gue update di postingan-postingan selanjutnya.

Wednesday, March 14, 2018

DIMENSI ALTERNATIF



Hi Geng,

Seperti gue ceritakan di postingan sebelumnya, pertemuan gue dengan Petra Sihombing mengantarkan kita ke proses pembuatan album kedua Neurotic. Proses pembuatan album ini pun dimulai sejak Juni 2016 dan berakhir di Januari 2017. Petra mengajak dan memperkenalkan gue ke adiknya, Ben Sihombing, untuk menjadi Co-Producer di album kedua Neurotic. Seperti bisa dilihat di video di atas, kira-kira seperti itu suasana pembuatan album kedua Neurotic. Mostly kita bertiga yang bertukar pikiran di dalam studio dan kadang-kadang teman-teman yang juga hadir ikut memberi masukan. Untuk itu gue akan ceritakan proses pembuatan lagu di album kedua Neurotic yang akhirnya kita beri nama "Dimensi Alternatif".


1. Dimensi Alternatif


Petra yang mempunyai ide untuk membuka album ini dengan permainan bass gue. Secara umum lagu ini memperkenalkan konsep musik Neurotic di album kedua dan secara khusus lagu ini menjelaskan skema penulisan lagu-lagu di album kedua yang merupakan kisah fiktif rekaan (alternate reality). Lagu ini juga dipersiapkan untuk membuka penampilan live selama era album kedua.

2. Problema Dilema


Lagu ini adalah lagu yang masih paling berkaitan dengan album pertama. Buat gue, lagu ini adalah "Surga Durjana vol. 2" atau kalau Petra bilang "This song is Neurotic by definition".  Gue, Petra, dan Ben sempat merombak ulang lagu ini karena merasa aransemennya outdated. Namun Randy M.P. meyakinkan kita bertiga kalau versi ini adalah versi yang tepat untuk dirilis.

3. Gairah Sia-Sia


Di awal pembuatan album kedua, gue membawa beberapa demo ke Petra dan Ben. Demo lagu ini ternyata kita bertiga lanjutkan dan menjadi lagu "Gairah Sia-Sia". Bisa dibilang lagu ini adalah blueprint pembuatan lagu-lagu lainnya.

4. Asmara Membara (featuring Ben Sihombing)


Lagu ini adalah lagu pertama yang gue, Petra, dan Ben kerjakan bersama dari nol. Lagu "La Ritournelle" dari Sebastien Tellier menjadi referensi pembuatan verse lagu ini, di mana verse lagu ini mempunyai hitungan normal 4/4 namun uniknya satu kalimat dalam verse lagu ini berjumlah 5 bar. Kemudian untuk temanya gue mengangkat tema yang cukup berani dan blak-blakan di lagu ini. Pada saat membuat demo, Ben mencoba membuatkan guide vokal untuk gue nanyikan. Ternyata suara Ben di bagian chorus sangat cocok dengan lagu ini. Lagu ini akhirnya menjadi lagu kolaborasi Neurotic dan Ben Sihombing.

5. Halusinasi


Konsep utama dari pembuatan lagu ini adalah "listening to reggae while on acid". Gue dan Petra me-recreate sample drums dan gitar dari lagu "Annie" dan "61 Cygni Ave(Neon Indian) dengan kord progresi yang berbeda dan membuat lagu dan lirik yang baru di atas musik tersebut. Untuk bagian pre chorus, Petra-lah yang mempunyai ide untuk mengadaptasi treatment EDM yang awalnya terasa asing namun akhirnya cukup nge-blend dengan keseluruhan lagu.

6. Masa Depan (featuring Rock N' Roll Mafia)


Gue selalu terbayang suatu saat bisa mendengarkan salah satu band favorit gue, Rock N' Roll Mafia bisa menyanyikan lagu berbahasa Indonesia. Sesuatu yang belum pernah mereka lakukan sebelumnya. Akhirnya gue propose ide kolaborasi Neurotic dan Rock N' Roll Mafia ini ke kakak ipar gue, Hendra dari Rock N' Roll Mafia yang juga salah satu produser album pertama Neurotic. Hendra tertarik dengan ide ini dengan syarat lagu ini akan menjadi lagu terakhir yang dikerjakan di album kedua Neurotic, supaya dia punya gambaran akan membuat lagu seperti apa, based on lagu-lagu lainnya. Proses rekamannya pun cukup menyenangkan, teman-teman Rock N' Roll Mafia yang di Bandung, datang ke Jakarta untuk rekaman lagu ini. Dan kita juga mengundang teman baik kita Tommy Pratomo untuk mengisi bagian solo saxophone di lagu ini.

7. Misteri ilusi


Lagu ini sudah gue buat bersama Randy M.P. di akhir tahun 2015. Gue memperdengarkan demo lagu ini ke Petra & Ben, dan menurut Petra & Ben lagu ini cocok untuk menjadi bagian dari album kedua Neurotic. Saat itu juga gue langsung menelpon Randy M.P. dan Randy juga setuju untuk memasukkan lagu ini di album kedua Neurotic

8. Afeksi Layar Sentuh


Lagu ini adalah lagu ballad yang gue buat sendiri sebelum bertemu Petra dan Ben. Pada saat workshop gue coba mainkan lagu ini di depan Petra dan Ben, dan mereka rasa lagu ini cocok untuk masuk di album kedua Neurotic. Bisa dibilang lagu ini adalah lagu ballad pertama dari Neurotic. Liriknya sendiri terinspirasi dari  film "Her" dan kisah-kisah percintaan online yang waktu itu sedang happening via media sosial seperti Tinder, Instagram, dan lain sebagainya.

Tuesday, March 13, 2018

MUTUAL


Hi Geng,

Sudah hampir 2 tahun gue tidak meng-update blog ini. Gue akan coba bercerita perkembangan yang sudah terjadi 2 tahun belakangan ini, dimulai dari sesuatu yang mengawali lembaran baru hidup gue di tahun 2016.

Sejak tahun 2016 secara tidak sengaja gue mulai membuat musik bersama seorang teman lama yang bernama Petra Sihombing. Ya, dia adalah seorang penyanyi yang mungkin sebelumnya kalian kenal dengan lagu-lagu pop cheesy yang cukup sukses di pasaran. Gue pun sebetulnya sudah cukup lama saling kenal dengan Petra karena bisa dibilang kita memulai karir kita di industri musik di era yang sama. Mungkin kalian ingat di era tahun 2008 sampai 2012 di saat gue masih bersama band gue sebelumnya, Alexa, Petra juga hadir di tengah hingar bingar acara-acara musik pagi di televisi dan di radio-radio nasional yang waktu itu (hingga sekarang) sedang semangat-semangatnya memutarkan lagu-lagu hits dari dalam negeri. Beberapa kali kita tidak sengaja bertemu dan akhirnya berkenalan di era tersebut, walaupun sejujurnya gue tidak tertarik mengenal Petra lebih jauh karena tidak menemukan hal yang menarik di karya-karya Petra pada saat itu. Walaupun buat gue sejak pertama kali bertemu, Petra adalah pribadi yang sangat sopan dan menyenangkan saat berbicara.

Sampai suatu saat di tahun 2013, kita tidak sengaja bertemu di sebuah Beer House di daerah Gandaria. Pada saat gue sedang duduk bersama teman-teman di tempat tersebut, ternyata Petra juga berada di situ bersama teman-temannya, di meja yang tidak terlalu jauh dengan meja kita. Dia menghampiri meja kita dan kebetulan duduk di sebelah gue. Berulang kali pun kita minum bersama dan di hiruk pikuk keramaian malam tersebut, gue pun untuk pertama kalinya ngobrol cukup lama dengan Petra. Setelah sekitar satu jam ngobrol, gue pun bertanya ke Petra sebuah pertanyaan yang cukup mengejutkan,

"Pet, kok lo ternyata seru sih orangnya? Tapi kenapa musik lo sampah ya?"

Pertanyaan gue yang tidak sopan pun ditanggapi Petra dengan santai, dan gue yang sudah lumayan tidak terlalu sadar pun meminta Petra untuk di kemudian hari membuat musik yang keren, karena gue setelah ngobrol tersebut gue merasa Petra punya potensi yang tidak pernah berani dia gunakan di karya-karyanya. Ketidaksopanan gue pun tidak berakhir di situ. Gue mengajak teman-teman di meja gue, yang mostly belum Petra kenal untuk cheers, di mana gue berkata sebelum kita sama-sama menghentakan gelas-gelas kita dan menghabiskannya,

"Geng, gue barusan ngobrol sama Petra. Mungkin kalian pernah dengar musiknya yang sampah. Dia udah janji next time akan bikin musik yang keren! Cheers!"

Di malam itu pun gue berakhir cukup "berantakan" dan gue expect di kemudian hari Petra tidak akan mau mingle dengan gue lagi. Ternyata tidak. Beberapa bulan kemudian kita bertemu lagi di perayaan ulang tahun seorang teman di sebuah club di Jakarta Selatan. Gue yang waktu itu sedang tidak bawa mobil bertanya di manakah rumah Petra. Dan di malam itu kita berdua baru menyadari kalau rumah kita berdua tidak terlalu jauh. Akhirnya di malam itu gue diantar pulang sama Petra dan di mobil dia memperdengarkan lagu-lagu yang saat itu baru dia tulis sambil bertanya, 

"Kalau begini udah keren belum Mon?"

Gue dengan jujur menjawab,

"Belum"

Dan akhirnya diskusi-diskusi musik pun terjadi di mobil dan pas sampai di rumah gue, Petra sempat singgah sebentar ke studio gue untuk melihat sejenak sebelum pulang. Sejak itu pun kita mulai suka bertukar pesan singkat soal gitar dan musik. Tahun 2014 pun di saat Snow lahir, Petra adalah salah satu tamu yang singgah menengok ke rumah. 


Tahun 2015, tahun di mana Petra merilis mini album "Verdict Victim" kita pun semakin intense membicarakan musik dan bertukar pikiran atas karir kita berdua. Sebelumnya kita tidak sering berkomunikasi, namun cukup rutin saling me-report ke satu sama lain hal-hal yang sedang kita berdua kerjakan. Dan tahun 2015 secara natural kita jadi sering hangout bareng dan lebih sering lagi diskusi soal gitar, musik, tattoo, dan bahkan percintaan, hahaha!







Sampai suatu ketika di pertengahan tahun 2016, kita berdua diskusi heart to heart soal respon publik yang tidak terlalu memuaskan atas album pertama Neurotic "Weird" dan mini album Petra "Verdict Victim". Petra kemudian bilang kalau gue butuh bantuan untuk menentukan langkah Neurotic selanjutnya dia siap membantu. Petra sempat menawarkan bantuan untuk membuat video klip, sampai akhirnya setelah diskusi yang panjang, gue putuskan untuk mencoba memproduseri album kedua Neurotic bersama Petra.




Ternyata proses pembuatan album kedua Neurotic bersama Petra berjalan sangat menyenangkan dan kita berdua sangat puas dengan hasilnya. Selain itu ternyata hal ini membuka banyak hal baru yang terjadi di kehidupan kita dan sekeliling kita. Pastinya kisah-kisah tersebut akan gue ceritakan di postingan-postingan selanjutnya.

Hubungan yang "mutual" ini ternyata menjadi lembaran yang baru dari hidup gue.

Thursday, June 9, 2016

NEUROTIC #INDOARTPOP PLAYLIST


Hi Geng, 

"Neurotic #INDOARTPOP Playlist" adalah playlist lagu-lagu Indonesia versi Neurotic, yang kemudian diinterpretasikan, di-arrange, dibawakan dan direkam secara live oleh Neurotic di Weird Mansion

Kenapa Neurotic membawakan lagu-lagu dari performer lain?

Bisa dibilang ide dasar yang membuat gue melakukan hal ini adalah "capturing the moment". Gue ingin suatu saat nanti kalau "Neurotic #INDOARTPOP Playlist" ditonton kembali, yang menonton bisa ingat momen-momen di sekitar tahun 2015 sampai tahun 2016 di mana lagu-lagu dan performer-performer ini sedang hits sekali di Indonesia. Selain itu gue juga ingin mengubah persepsi kalau membawakan lagu cover version itu harus lagu dari band luar negeri atau kalau dari dalam negeri lagunya harus yang sudah hits atau legendaris sekali. Bisa dibilang untuk "Neurotic #INDOARTPOP Playlist", Neurotic membawakan karya-karya dari para performer yang bisa dibilang adalah teman-teman dari Neurotic. Jadi mungkin hal ini bisa menjadi inspirasi untuk teman-teman sesama musisi bahwa untuk mengapresiasi dan saling support sesama teman-teman musisi juga bisa dilakukan dengan cara membawakan lagu-lagu dari teman-teman sesama musisi yang lainnya.

Berikut adalah lagu-lagu yang dibawakan Neurotic di "Neurotic #INDOARTPOP Playlist" tersebut:



Spesial di postingan blog ini gue akan menjelaskan secara detail proses pengerjaan aransemen pada lagu-lagu Indonesia yang ada di dalam "Neurotic #INDOARTPOP Playlist".

1. "Oh Well" (Elephant Kind)



Lagu ini adalah lagu yang paling pertama dikerjakan aransemennya untuk "Neurotic #INDOARTPOP Playlist". Gue bersama Ankadiov mengerjakan aransemen "Oh Well" di studio Weird Mansion dan memulainya dengan memilih dan menentukan terlebih dahulu beberapa part dari aransemen asli "Oh Well" versi Elephant Kind untuk dipertahankan di aransemen "Oh Well" versi "Neurotic #INDOARTPOP Playlist". Akhirnya kita putuskan ada 2 part yang akan tetap dipertahankan, yaitu beat drums yang akhirnya menjadi hook di setiap awal bagan lagu dan strumming gitar yang akhirnya selalu menjadi penutup bagan lagu. Strumming gitar dari versi asli ini kemudian kita lengkapi dengan aransemen gitar untuk 3 gitaris, karena spesial untuk lagu ini, gue sudah berencana untuk syuting dengan format 3 gitaris. Kemudian gue terpikir untuk mencari struktur progresi kord dengan harmoni yang simple, namun bisa di-loop sepanjang lagu dan memiliki bunyi yang terdengar manis, tetapi bisa terdengar berbeda dengan harmoni progresi kord dari aransemen versi aslinya. Akhirnya semua ide tersebut direkam dan part selanjutnya adalah membuat bassline yang menarik. Gue terinspirasi untuk mengadaptasi bassline dari lagu Bombay Bicycle Club yang berjudul "Lights Out Words Gone" di lagu ini. Setelah itu Ankadiov mengerjakan part aransemen terakhir yaitu part breakdown di tengah lagu, di mana Ankadiov mempunyai ide supaya di bagian ini tiba-tiba suasananya menjadi sepi, minimalis, dan hanya diisi oleh suara organ yang mengiringi vokal gue.

2. "Keep Being You" (Isyana Sarasvati)



Lagu ini adalah lagu kedua yang dikerjakan aransemennya untuk "Neurotic #INDOARTPOP Playlist". Gue bersama Ankadiov mengerjakan aransemen "Keep Being You" dengan ide dasar membuat aransemen yang funky, groovy, terdengar masa kini, dan juga membuat lagu "Keep Being You" bisa terdengar cocok untuk dinyanyikan oleh laki-laki walaupun liriknya sebetulnya mempunyai sudut pandang dinyanyikan oleh wanita untuk pria. Gue dan Ankadiov memulai proses aransemen dengan membuat bagan intro. Beat dan pattern dari synth yang dibuat Ankadiov pada bagan intro memancing gue untuk mengaransemen keseluruhan lagu dengan mood yang sama, maka gue melanjutkan aransemen dengan membuat bagan bassline, pattern gitar, dan drum akustik. Begitu bagan ritem lagu betul-betul sudah jadi, gue dan Ankadiov secara natural langsung bisa melanjutkan aransemen hingga rampung tanpa masalah yang berarti, dan kita berdua secara bergantian merekam aransemen seluruh instrumen dan juga part-part backing vocal.

3. Mati Muda (Kelompok Penerbang Roket)



Untuk lagu "Mati Muda" dari Kelompok Penerbang Roket, gue tidak melakukan aransemen ulang atau interpretasi yang berbeda. Karena gue sudah suka banget dengan aransemen asli dari lagu "Mati Muda", gue betul-betul menyamakan bagan aransemen dari versi asli lagu ini. Yang berbeda adalah gue menambahkan part synthesizer menggunakan Korg MS20 Mini di bagan yang seharusnya adalah bagan solo gitar. Sound synthesizer-nya pun gue sesuaikan dengan maksud seolah-olah sound tersebut adalah suara peluncuran "Roket" dari "Kelompok Penerbang Roket", hahaha.

4. "Bila Aku Jatuh Cinta" (Nidji)


Lagu ini sebetulnya tidak direncanakan untuk dibawakan. Namun karena di tengah pengerjaan syuting untuk video-video "Neurotic #INDOARTPOP Playlist" Neurotic mendapatkan jadwal manggung di ulang tahun Nidji dan juga diminta membawakan salah satu lagu Nidji, maka lagu ini akhirnya dipilih dan kita masukan juga ke dalam "Neurotic #INDOARTPOP Playlist". Kebetulan gue sudah berteman dengan Nidji semenjak mereka terbentuk di tahun 2002 dan lagu ini setahu gue adalah satu-satunya lagu dari demo-demo awal mereka yang sukses bertahan dari berbagai macam seleksi dan akhirnya bisa masuk di album perdana Nidji. Sehingga gue personally mengetahui belasan versi aransemen dari lagu ini sebelum akhirnya dirilis menjadi salah satu single di album pertama Nidji. Sehingga yang gue lakukan pada "Bila Aku Jatuh Cinta" versi "Neurotic #INDOARTPOP Playlist" adalah masuk studio dan mengaransemen ulang lagu ini dengan berimajinasi kalau seolah-olah "Bila Aku Jatuh Cinta" itu bukan lagu ciptaan Giring untuk Nidji, namun seolah-olah lagu ini adalah lagu ballad ciptaan gue untuk Neurotic.

5. "Bahas Bahasa" (Barasuara)


Lagu ini gue kerjakan aransemennya dengan ide dasar gue akan menciptakan alternate version dari seluruh hal yang ada di aransemen aslinya. Part drum asli yang sebetulnya cukup organik, gue ganti menjadi electronic drums, part gitar gue ganti menjadi part synthesizer, part coda yang aslinya sepi dengan vocal Ichyl dan gitar delay, gue ganti menjadi part yang megah dengan bungkusan tebal sound synthesizer. Akhirnya pada saat aransemen selesai, gue merasa bagan-bagannya terlalu "penuh" dan terdengar "menggumpal". Maka Ankadiov datang ke studio dan mengerjakan bagian selanjutnya yaitu membuang part-part yang dia anggap sebetulnya tidak perlu ada di "Bahas Bahasa" versi "Neurotic #INDOARTPOP Playlist". Mengerjakan "Bahas Bahasa" membuat gue dan teman-teman yang terlibat pada saat mengerjakannya berkesimpulan kalau sebuah lagu memang bagus, mau diaransemen seperti apa pun kemungkinan besar hasilnya bisa tetap terdengar bagus.

6. "Terlalu Lama Sendiri" (Kunto Aji)


Lagu ini gue aransemen dan interpretasi ulang dengan imajinasi kalau lagu ini bukan lagu Kunto Aji, tetapi lagu dari grup elektronik yang bernuansa dark dan gloomy. Pada saat membuat aransemen hue juga sudah terpikir untuk membuat video live performance-nya bukan dengan format full band, namun hanya dengan format keyboard dan synth. Akhirnya secara natural terciptalah aransemen "Terlalu Lama Sendiri" versi "Neurotic #INDOARTPOP Playlist".

Kemudian setelah aransemen-aransemen ini selesai dikerjakan, proses syuting untuk live performance dilakukan secara bertahap di Weird Mansion.

Berikut adalah pihak-pihak yang terlibat di proses pengerjaan "Neurotic #INDOARTPOP Playlist".

Neurotic:
Jones - Vocal / Guitar / Synth
Adityar Andra - Guitar / Synth / Vocal
Yosaviano Santoso - Bass / Synth Bass / Guitar / Vocal
Bounty Ramdhan - Drums

All tracks produced by Jones,
except Oh Well, Keep Being You, and Bahas Bahasa produced by Jones & Ankadiov.

All tracks recorded by Yosaviano assisted by Firzi O, Raden Maulana, and Antonius Alexander.
All tracks recorded at Weird Mansion.
All tracks mixed and mastered by Yosaviano Santoso and Firzi O at Studio Masak Suara.

Videos recorded by Harya Sekar Giwangkara, Alexis Calvin, and Gallan Andhika.
Videos edited by Adityar Andra & Harya Sekar Giwangkara.

#letsgetweird #indoartpop